Text Widget

Minggu, 29 September 2013

Final ISG Indonesia Takluk 1-2 dari Maroko ( Kerjasama antar pemain kurang akurat )

Berita Terkini :
www.goal21.blogspot.com










Maroko membuktikan janjinya bahwa kekalahan mereka di babak penyisihan dari indonesia dikarenakan masalah non teknis karena mereka masih kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh dan belum menyesuaikan lapangan.
Bertanding kembali di final ISG 2013 melawan indonesia, maroko tampil all out dan semakin padu mengurung pertahanan indonesia.

Sebetulnya indonesia yg diwakili timnas U-23 tampil baik di awal laga. Bahkan mampu unggul terlebih dahulu lewat gol pinalti alvin tuasalamony setelah sebelumnya kiper maroko benachoure badredine menabrak bayu gatra yang melakukan pergerakan di kotak 16 besar.
Bek kanan alvin tampil tenang sebagai algojo pinalti dengan mengarahkan bola ke sudut kanan sementara kiper maroko bergerak ke kiri. Tapi setelah unggul justru maroko semakin intens mengurung pertahanan indoneasia. Indonesia tidak mampu keluar dari tekanan lawan dan praktis hanya menghalau serangan gencar yg dibangun pemain maroko. Rahmad darmawan yg secara mengejutkan tidak memasang striker menumpuk pemain di setengah area pertahanan. Gelandang timnas yg ditempati rasyid bakrie dan dedi kusnandar dengan dibantu ramdani lestaluhu kurang bisa menjaga bola dan mendelay bola lebih lama. Setiap mendapat bola dan dipresing lawan pemain indonesia kurang tenang sehingga gampang sekali kehilangan bola. Bola langsung dihalau atau dibuang ke depan jadi pemain maroko dengan mudah kembali menguasai bola dan membangun serangan lagi. Praktis maroko menguasai jalannya permainan. Tapi sampai berakhir babak pertama maroko masih belum mampu menjebol gawang kurnia meiga walaupun banyak peluang yg tercipta.

Memasuki babak kedua maroko masih terus mengurung pertahanan indonesia membuat timnas bertahan total dan hampir tidak mampu menciptakan peluang ke gawang maroko lagi. Pemain-pemain maroko lebih tenang dan semakin bervariasi dalam membombardir pertahanan indonesia. Peluang terbaik didapat walid elkarti yg tembakannya dari luar kotak pinalti mengenai mistar gawang kanan dan memantul ke mistar gawang kiri.

Pelatih maroko hassan benabicha kemudian melakukan pergantian pemain dengan memasukan penyerang elhassouni aymane. Sementara rahmad darmawan tidak melakukan reaksi apapun melihat indonesia terus dikurung sejak babak pertama. Padahal masih ada gelandang bertahan david laly yang berani fight memutus serangan lawan seperti dilakukanya saat menghadapi Turki. Indonesia juga sangat sering melakukan pelanggaran yg berbahaya di area pertahanan. Dan akhirnya berawal dari pelanggaran bayu gatra, pemain maroko melambungkan bola ke depan gawang. Dalam situasi kemelut di depan gawang bola tepat berada di kaki pemain pengganti el hassouni ayman yg tanpa ampun melesakan bola ke sisi kiri gawang kurnia mega menit 72. Bertahan terus dalam tekanan lawan sudah pasti akan membuat pemain kelelahan dan saat konsentrasi buyar akhirnya kebobolan juga.

Setelah maroko menyamakan kedudukan barulah indonesia mulai berani keluar menyerang. Menit 74 andik vermansyah yg menyisir dari sisi kanan melepaskan tendangan kaki kanan yg sayangnya masih mengenai mistal gawang. RD baru bereaksi memasukan Fandi eko utomo menggantikan sunarto di menit 76. Bahkan menambah penyerang dengan memasukan agung suprianto menggantikan ramdhani lestaluhu di menit 81. Rasanya pergantian pemain ini terlalu terlambat bahkan terkesan panik karena langsung memasukan 2 orang striker sehingga menyisakan lubang di belakang. Terbukti lewat gerakan tipuan pemain paling berbahaya maroko el karti walid justru membalikan keadaan dengan gol di menit 82. Kurnia meiga sebetulnya berhasil menepis tembakal walid tapi bola terlalu deras dan tetap masuk ke jala. Kembali RD memasukan sayap serang okto maniani di menit 86 tapi sepertinya sudah terlambat. Maroko tetap mampu menjaga keunggulan dan berhak meraih emas sepakbola ISG.

Poin penting dari kekalahan indonesia adalah karena indonesia terlalu memberi ruang untuk maroko menguasai dan mendelay permainan. Setelah unggul indonesia praktis hanya bertahan dan menyapu serangan. Kurang ada upaya untuk menjaga bola lebih lama dalam penguasaan indonesia untuk memperlambat tempo permainan. RD juga kurang bereaksi cepat dalam melakukan pergantian pemain. Seharusnya memasukan David laly yg bagus dlm memutus serangan dari tengah di menit sebelum 60. Tapi pelatih sepertinya hanya menonton pertandingan pasrah melihat anak asuhnya dihujani serangan bertubi-tubi. Memasukan dua penyerang sekaligus untuk menambah serangan justru terkesan pergantian panik yg justru menyisakan lubang di belakang yg berujung gol walid elkarti.

Tapi bagaimanapun kita harus tetap apresiasi perjuangan timnas U-23 yg sudah berusaha maksimal meraih hasil yg terbaik. Dalam setiap pertandingan tentu ada yg menang dan kalah dan kali ini kita harus terima kekalahan ini dengan lapang dada. Toh sebetulnya PSSI juga tidak menargetkan juara di ajang ISG. Ajang ini lebih ditujukan untuk pemanasan menjelang SEA GAMES. Kalo kali ini indonesia masuk final ini berarti melebihi target karena lawan yg dihadapi juga bukan negara sembarangan dlm sepakbola.
Janganlah ikut-ikutan menghujat timnas sendiri yg berjuang membela nama bangsa.
Kita juga harus apresiasi warga palembang yg di partai final memenuhi stadion jakabaring untuk memberi dukungan moril untuk timnas garuda.
Semoga timnas U-23 semakin solid dan mampu meraih emas di SEA GAMES Myanmar desember nanti
Salam indonesia Salam Semangat Juang. . . terus berkarya untuk masa mendatang.



Lanjutkan membaca di www.goal21.blogspot.com

0 komentar:

Posting Komentar